Saya Tengah Membangun Peradaban

30 Oktober 2007

 

Saya Tengah Membangun Peradaban*

 

 

“Saya tengah Membangun Peradaban”, itulah jawaban pekerja bangunan kelima, yang digambarkan oleh Cahyadi takariawan dalam bukunya ketika menjabarkan visi tarbiyah dengan kisah lima pekerja bangunan yang sedang membangun mushala. Membangun peradaban merupakan sebuah cita rasa ideal yang harus sama-sama ditanamkan agar kita memiliki tujuan besar dalam bergerak.

Abdurahman An Nahlawi berpendapat bahwa ada tiga akar kata untuk istilah tarbiyah, yaitu :

  • 1. Rabayarbu, yang maknanya bertambah dan berkembang
  • 2. Rabiya-yarba, yang maknanya tumbuh dan berkembang
  • 3. Rabba-yarubbu, yang maknanya memperbaiki, mengurusi, mengatur, menjaga, dan memperhatikan.

Imam Badhawi menyebutkan bahwa pada dasarnya kata Ar Rabb itu bermakna tarbiyah yang berarti setahap demi setahap.

Dr Ali Abdul Halim Mahmud memaknai tarbiyah sebagai cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung (melalui kata-kata) maupun secara tak langsung (melalui keteladanan dan sarana-sarana lain) untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.

Tujuan dari tarbiyah adalah untuk menjadi “manusia yang baik” :

Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling bertaqwa”

Kegiatan Tarbiyah adalah gabungan antara teori, seni dan pengalaman. Tidak cukup melakukan kegiatan ini hanya berbekal teori, diperlukan system pengelolaan yang “cantik” dan tentunya pengalaman  untuk menghasilkan output yang baik. Kegiatan ini tidak mutlak memiliki tahapan-tahapan yang runtun dan detail yang harus dilakukan satu persatu dan tak boleh berimprofisasi. Tetapi kegiatan ini juga tidak dilakukan atas kreatifitas yang berlebihan yang didalamnya tidak ada pijakan dan pedoman yang kuat. Tarbiyah memiliki pedoman-pedoman dasar yang harus dipahami, agar ketika melakukan proses nya tidak terjadi penyimpangan, dan sisik keratifitas dibutuhkan untuk meng akselerasi, untuk memoles, dan untuk memper”cantik”nya.

Secara umum ada beberapa hal dasar yang harus disiapkan pertama kali :

  • 1. Manajemen personal

Mengenali muttarobi adalah hal yang sangat penting sebelum kita melakukan aktifitas tarbiyah. Bagaimana kondisi umum mereka, bagaimana latar belakang aktifitasnya dan kapasitasnya, adalah beberapa hal yang harus kita ketahui.

  • 2. Manajemen kelompok

Memilihkan metode yang tepat, apakah akan dilakukan secara fardiyah atau kelompok. Dan ketika akhirnya harus dilakukan secara kelompok (halaqoh) kedekatan emosional dan kondisi dari teman-teman sekelompok adalah hal yang harus diperhatikan untuk menciptakan iklim dan Susana yang dinamis.

  • 3. Manajemen Murrabi

Tidak sembarangan orang bisa mejadi murrobi, ada kewajiban minimal yang harus ia penuhi baik secara ahlak dan sifat maupun kemampuan teknisnya. Karena Murrobi adalah teladan dan contoh.

  • 4. Manajemen Interaksi

Pola komunikasi kelompok yang harus dibangun sehingga halaqoh menjadi efektif, bersahabat dan produktif

Kesuksesan pengelolaan tarbiyah pun membutuhkan perangkat-perangkat, yaitu :

  • 1. Manajemen Sarana

Baik murrobi maupun mutarobi harus siap dengan peralatan tempurnya, Al-quran adalah mutlak  dibawa ketika halaqoh. Kitab hadis, Buku referensi, catatan, alat tulis menulis pun harus disiapkan agar halaqoh berjalan efektif.

  • 2. Manajemen Forum

Hal-hal yang akan dilakukan ketika Halaqoh pun harus jelas, apa agendanya, waktu dan bagaimana persiapannya.

  • 3. Manajemen Lingkungan

Lingkungan yang kondusif akan membawa efek yang negative. Perkembangan murobbi maupun mutarrobi akan mengalami akselerasi yang signifikan ketika lingkungan sekitarnya pun mendukung proses tarbiyah.

  • 4. Manajemen Kegiatan

Halaqoh tidak hanya duduk melingkar disuatu tempat, kemudian mendengarkan materi. Tarqiyah kelompok pun dibutuhkan, kegiatannya bisa beragam seperti : rihlah, mabit, silaturahmi, dauroh, dsb. Selain itu untuk meningkatkan kapasitas dari mutarobbi tadribah juga harus dilakukan, misal dengan pelibatan organisasi, mengisi dauroh, dan pengelolaan halaqoh.

Selain Perangkat keras (hardware) yang sudah disebutkan diatas proses tarbiyah juga memerlukan system (software) agar tarbiyah bukan sekedar menjadi rutinitas, yaitu :

  • 1. Manajemen Materi

Penyampaian materi tidak sembarang dilakukan hatus jelas cakupannya dan perbandingan konsentrasi materi, juga variasi penyampaiannya. Tujuan utama bukanlah materi yang tersampaikan, tetapai muwashafat yang diharapkan dapat terlaksana.

  • 2. Manajemen Pemantauan

Evaluasi baik untuk murrobi maupun mutarabbi harus dilakukan, agar halaqoh senantiasa produktif dan dinamis. Mutabaah yaumiah, evaluasi, dan laporan kepada pemimpin kaderisasi adalah contohnya.

  • 3. Manajemen Problem

Jangan sampai masalah yang muncul tidak terselesaikan dan halaqoh menjadi gudang masalah. Cari akar masalahnya dan selesaikan, mekanisme punishment pun patut untuk dilakukan.

  • 4. Manajemen Seleksi

Sebuah keniscayaan adanya orang dengan potensi dan semanga lebih. Seleksi bukan untuk meninggalkan yang tidak berkembang. Tetapi untuk memacu agar perkembangan mutarrabi menjadi lebih signifikan. Pertimbangan lamanya tarbiyah, materi yang sudah disampaikan, muwashafat yang sudah tercapai adalah contoh pertimbangan dalam melakukan seleksi.

Pekerjaan tarbiyah bukanlah rutinitas tanpa makna, tarbiyah menjadi motor penggerak keseluruhan aktifitas dakwah, ia juga menjadi ruh dalam jasad dakwah. Jika proses tarbiyah ditinggalkan maka berarti dakwah akan hancur. Dan Peradaban Islam takkan terbangun.

Sesungguhnya setiap umat yang ingin membina dan membangun dirinya, serta berjuang untuk mewujudkan cita-cita dan membela agamanya, haruslah memiliki kekuatan jiwa yang dahsyat.

“sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah apa-apa yang ada dalam jiwa mereka sendiri” (Ar Ra’du : 11).

Pada akhirnya, hanya Allah jualah yang menentukan hasil usaha kita……..

bagian kita adalah kesungguhan dalam bekerja dengan itqan didalammnya.

*Sebuah Resume dari buku Refleksi Diri Seorang Murobbi (Cahyadi Takariawan)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: