Obat Seribu : Kebijakan Untuk Rakyat atau Sebatas Komoditas Politik

12 Desember 2007

 

Seperti itulah dilemma yang muncul dalam seminar profesi “gambaran kebijakan obat seribu”. Dimana dibahas sebuah program, bernama obat seribu; murah dan berkualitas. Sebuah program yang di buat oleh departemen kesehatan republik Indonesia, bekerja sama dengan perusahan farmasi indofarma. Kebijakan ini dikeluarkan pada bulan mei 2007 dengan tujuan utama menambah akses masyarakat untuk mendapatkan obat murah berkualitas (khususnya kalangan mengah kebawah). Selain juga tentunya menekan harga obat di pasaran yang ternyata selama ini obat semata-mata hanya dijadikan komoditas bisnis. Selain itu obat murah berharga seribu ini juga di harapkan dapat pula mengurangi resiko pemakaian obat secara illegal dan tidak berlisensi di pasaran.

Dengan merek dagang Indo: serbu, obat ini memilik macam  jenis  seperti obat sakit kepala, obat cacing, obat batuk cair, obat batuk berdahak, obat maag, obat penambah darah, obat cacing untuk anak, dsb. Kebijakan yang jika dilihat memang sangat pro kepada rakyat. Tapi, tunggu dulu ternyata menurut ibu dumilah (dosen AKK FKM UI –S3 politik Kesehatan-) kebijakan kesehatan tidak hanya harus dilihat dari satu sisi. Kebijakan kesehatan bukan semata-mata monopoli dari orang kesehatan, tetapi kebijakan kesehatan merupakan sebuah domain dimana banyak hal yang harus di libatkan didalamnya. Ada kata kata menarik yang juga merupakan kutipan, mengenai kebijakan, policy make something cheaper, policy make something better, policy make a right things,…………,……….. (saya lupa dua hal lainnya). Jadi benar jika kebijakan ini membuat harga menjadi lebih murah, tetapi benarkah kebijakan ini membuat lebih baik, atau membuat hal yang baik. ??? karena ternyata bisa jadi kebijakan kesehatan ini hanya dijadikan komoditas politik yang harus dipenuhi ketika dulu masa-masa kampanye ???

Menilai sesuatu harus melihat dari sisi yang objektif, kebijakan ini baik tapi juga populis…. Anda sendiri yang bisa menilainya ?. apakah ini  kebijakan mendukung (pro) rakyat atau kebijakan hanya mencari dukungan rakyat. ^_^.

Terlepas dari hal diatas, Tetap “ MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI”. Paradigma Sehat harus dibangun di masyarakat. Penyediaan obat murah (bahkan gratis) di masyarakat adalah nol besar tanpa dibarengi oleh pendidikan kesehatan kepada masyarakat (khusunya menengah kebawah). Jangan sampai masyarakat salah paham dan berpikir “ gak masalah sakit kan bisa diobati dengan obat yang murah”. Karena sehebat apapun khasiat obat (zat kimia) ia tetap memiliki efek samping bagi tubuh kita. Dan yang tidak memiliki efek samping adalah Pola hidup sehat agar tidak menjadi sakit.

…… health for all……

  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: