Lelah ?

26 Maret 2008

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutkan (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan  yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatan mu dan kesabaranmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar. Dan jangan lah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan masksud riya kepada manusia, serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan” (QS Al anfaal 45-47)

Bergulat dan berjibaku dengan aktifitas di kampus, menyita waktu dan memeras keringat. Sebuah berjuangan berlandaskan idealisme merekonstruksi manusia-manusia kampus agar siap untuk menjadi pemimpin besar masa depan. Bukan sebuah pekerjaan sampingan atau selingan kuliah, tapi inilah misi kita yang sesungguhnya , menjadi aktifis  kampus. Selagi memang kita masih berada di kampus.

Tercebur dalam berbagai pemikiran, teraduk-aduk dalam pusaran ideologi, berwacana dan derdialektika dalam pertemuan-pertemuan untuk mencari solusi bagi permasalahan negeri yang semakin terpuruk. Terjun langsung bertemu dengan berwarna-warni  mahasiswa hanya untuk menyebar nilai-nilai islam yang humanis, membuat diri menjadi magnet agar yang lain dapat tertarik untuk juga mengamalkan ajaran islam. Berusaha menjadi matahari yang dikelilingi oleh planet dan jutaan benda angkasa lainnya semata-mata mengajak mereka untuk tunduk dan taat pada perintah Allah SWT.

Lelah ?

Sungguh, sebuah mimpi besar merubah dunia dan menjadikan islam sebagai pemimpin dunia merupakan kerja-kerja besar yang membutuhkan keteguhan hati. Lelah itu pasti tetapi kelelahan itu bisa disiasati. Kawan kita seringkali lupa, merasa lelah tetapi sering kali kita mematikan mata air penghapus lelah.

Kita lebih senang untuk berdiskusi dan berdialektika hingga pagi, berorasi diatas podium membangkitkan semangat yang berapi-api. Berjibaku dengan aktifitas yang tak pernah henti. Kita lupa bahwa danau pengetahuan didalam diri kita jika dibiarkan terus menerus menguap maka keringlah jiwa kita, sementara mata air ruhiyah dibiarkan mati.

Sering kali kita lupa untuk menyelami pekatnya malam-malam yang dingin dan gelap dalam sebuah kesendirian, merenungi hakikat diri memohon petunjuk kepada illahi rabbi. Agar dimudahkan langkah perjuangnnya. Agar dibukakan pintu rahmat-Nya. Membasahi bibir dengan puji-pujian kepada-Nya, semakin menguatkan diri akan perjuangan yang dilakukan.

Ia  yang berada dalam lingkaran inti perjuangan, memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih, ia menjadi tempat bagi yang lain untuk mengorbit, menjadi contoh dalam bertingkah laku, sepantasnya lah lebih banyak ibadah yang dilakukannya.

Saudaraku ingatlah sumber dari kekuatan perjuangan yang kita lakukan semata-mata dari Allah SWT. Seperti didalam surat al-anfaal 45-47; keteguhan, selalu mengingat Allah, taat pada Allah dan rasul-Nya, persatuan dan lurusnya barisan, kesabaran,dan  niat yang ikhlas merupakan hal yang harus senantiasa dijaga demi keberhasilan perjuangan ini, dan juga keberkahannya.                                                                –^_^–

   

Satu Tanggapan to “Lelah ?”

  1. wEnNy said

    semangat bang Pongki!!=)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: