Curug Nangka, (Bukan) Tempat Maksiat

14 April 2008

 

Indonesia, negeri  zamrud khatulistiwa dengan alam yang begitu menawan. Sebuah negeri  yang menawarkan berjuta keindahan, ciptaan dari yang Maha Sempurna, Maha Indah, Allah SWT. Keindahan alam yang elok dan sedap di pandang berjajar dari ujung timur ke barat, utara ke selatan. Membentang luas didaratan maupun di kedalaman Lautan. Membuat siapapun yang mencoba mencicipi keindahan alam Indonesia akan berdecak kagum memuji Mu, karena ciptaan mu yang menyejukan hati menenaangkan jiwa.

Tapi, tidak hari ini. Mengapa, mengapa keindahan alam yang Engkau ciptakan, di cabik-cabik, dinodai oleh tangan-tangan kotor, oleh nafsu duniawi. Mengapa Engkau biarkan mereka ya Allah, dengan sewenang-wenang, manusia-manusia itu, yang tak mempunyai hati itu, mereka telah merusak alam Mu yang elok dan indah ini. Padahal…. Engkau menurunkan manusia di muka bumi ini untuk menjadi khalifah, menjaga bumi ini agar menjadi lebih Indah.

Curug Nangka, sebuah tempat ekowisata, merupakan bagian dari Kawasan pelestarian alam, Taman Nasional Halimun Salak. Sebuah tempat yang sebenarnya indah. Namun telah rusak karena tangan-tangan manusia.

Jelas di pintu masuk ekowisata ini telah  terpasang papan peraturan, yang menyebutkan bahwa di dalam Taman nasional halimun Salak, setiap orang dilarang merusak sarana dan prasarana perlindungan hutan, dilarang merambah kawasan hutan, menebang pohon, menanam, memungut hasil hutan secara illegal, membakar hutan. Semua itu sesuai dengan UU no 41 tahun 1999.  Lebih dari itu, didalam ekowisata itu pun jelas terpampang papan selamat datang dan informasi yang berisi ; dilarang membawa miras dan narkoba, dilarang mendaki tanpa ijin, dilarang mandi di sungai bila cuaca hujan, dilarang menebang pohn, dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang membawa senjata api dan tajam.

Aturang boleh ada, disosialisasikan bahkan di pajang ditempatnya. Tapi tidak dengan kondisi sebenarnya.

Dilarang membuang sampah sembarangan. Banyak sekali sempah berserakan di sepanjang jalan setapak menuju curug (air terjun) bahkan sampah itu pun berada di daerah aliran sungai. Para pengunjung dengan sewenang-wenang menganggap ekowisata ini sebagai sebuah tempat sampah besar sehingga merasa membuang sampah dimana yang mereka inginkan tanpa memperdulikan apa dampak yang akan terjadi. Bahkan seorang ibu pedagang dengan sadar dan terang-terangan membuang seisi tong sampah dari warungnya kedalam sungai, sebuah rutinitas yang dilakukannya tanpa merasa bersalah. Bayangkan berapa banyak sampah yang akan menimbun di sana. Akan kah ekowisata curug nangka menjadi tempat sampah ? jadi kedepan kita tidak lagi melihat air terjun dan aliran air yang elok, melainkan melihat sampah-sampah tertimbun dan menimbulkan semerbak wangi khasnya ??!

Dilarang membawa miras dan narkoba. Ya tidak ada seorang pengunjungpun yang membawa minuman keras. Karena mereka akan dengan mudahnya membeli minuman itu di pedagang-pedagang yang menjajakan dagangannya hingga percis dibawah air terjun. Pedagang itu membawa barang dagangannya seperti seorangan pedagang asongan rokok, tapi bedannya bukan hanya rokok yang mereka jual, tetapi juga minuman keras ada disana. Bukankah miras itu dilarang ? bahkan para pedagang itu mayoritas adalah anak-anak di bawah umur, umur mereka masih berkisar belasan bahkan belum lewat tujuh belas tahun. Mengapa ? minuman keras itu dengan mudahnya di jajakkan ? apa kah ekowisata curug nangka adalah bar dimana orang dengan bebasnya minum dan mabuk ??!

Ya, Allah…… di alam Mu yang indah, elok dan menawan ini, mereka secara terang-terangan telah berbuat maksiat, mereka tidak menyadari bahwa Engkau Maha Melihat, Engkau Maha Mengetahui apa yang terjadi di muka bumi ini. Mereka, para manusia kotor itu dengan bahagiannya mengepulkan asap-asap rokok di tengah udara bersih yang engkau ciptakan, mereka meneguk air yang telah engkau haramkan tanpa sadar bahwa mereka akan dengan mudahnya mendapatkan air halal untuk menghilangkan haus dahaga mereka. Mereka, para manusia kotor itu dengan bahagiannya berdua-duaan dengan bukan mahramnya. Saling duduk berdekatan, berpelukan, mencari kehangatan diantara udara dingin pegunungan tanpa mereka sadar berpuluh mata menyaksikan apa yang mereka perbuat. Tanpa malu, tanpa merasa bersalah, dan tanpa takut akan azab Mu.

Mereka dengan sadar mengotori alam indah ciptaan-Mu. Mereka dengan sadar berbuat maksiat disana, tanpa mengetahui akibat apa yang ditimbulkan kepada manusia sekitarnya….. tanpa menyadari apa yang sedang ditulisakan oleh malaikat-malaikat yang memang Engkau tugaskan untuk mencatat apa yang sedang manusia lakukan. Detik-detik itu takkan pernah terlewat untuk dicatat, amal baik, amal buruk tidak aka nada yang lepas dari pencatatan Mu.

Ya Allah, Manusia itu sungguh sombong, sungguh angkuh. Ia tidak sadar siapa yang telah menciptakan bumi dan isinya, alam semesta dan isinya. Yang bisa dilakukan oleh manusia hanyalah merusak, hanya merusak, hanya merusak keindahan ciptaan Mu. Ya Allah …… buka kanlah hati mereka, hati manusia-manusia kotor itu, agar mereka sadar atas perbuatan yang mereka lakukan, agar mereka sadar akan keberadaan Mu….. sehingga mereka tidak akan lagi merusak alam indah ciptaan Mu. Sehingga semua orang dapat menikmati keindahan bumi ini, keindahan yang merupakan anugrah dari Mu, menikmatinya tanpa terganggu oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab …..

Ahad, 13 April 2008

21.46 WIB, sepulang dari curug nangka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: