tentang rokok

13 November 2008

mungkin, gak semua orang tau bahwa 12 November adalah peringatan hari kesehatan nasional, dan lebih mungkin lagi lebih banyak yang gak tau bahwa penetapan 12 November sebagai hari kesehatan nasional dilakukan oleh Bung Karno ketika ia menjabat sebagai presiden. Dan lebih lebih mungkin lagi lebih lebih banyak yang gak tau bahwa saat itu penetapan didasarkan dengan prestasi bahwa indonesia bisa bebas dari cacar air.

namun, sampai saat ini sesudah 44 kali pengulangan tanggal 12 november, belum ada pengulangan keberhasilan seperti saat itu.

yang ada makin banyak penyakit baru datang ke indonesia (sebut saja: flu burung, aids, antrax) dan penyakit lama pun makin betah tinggal di negara kita ini (sebut saja : DBD, diare, TB, dan teman-temannya.

dan, yang juga tidak pernah hilang adalah rokok. Memang rokok bukan penyakit, tapi siapa sih yang gak tau kalau rokok itu adalah penyebab penyakit (faktor resiko). Coba aja hitung berapa banyak orang yang ngerokok sepanjang perjalanan kamu naik bis dari depok ke kampung rambutan atau naek kereta dari depok ke kota. pasti jari kamu bisa jelimet karena gak bakal cukup buat ngitungin nya.

tau nggak, 12 november kemaren di kompas muncul iklan 1 halaman penuh (tapi hitam putih) isinya tulisan semua, yang intinya mendesak pemerintah (presiden dan dpr) untuk meratifikasi FCTC (frame work convencion in Tobacco Control). Yang disitu tercantum banyak nama tokoh penting di Indonesia.

tau nggak, kalau tangal segitu (12 Nov) salah satu dosen di FKM juga ngrimin email yang isinya tentang aksi menentang rokok dan tentang perda/pergub yang mengatur larangan merokok di jakarta. Juga tentang tugas riset tentang rokok yang diberikan kepada mahasiswanya. di email itu beliau nulis :

Tahun lalu (Oktober 2007), mahasiswa FKMUI melakukan survey ke 30
tempat umum (kantor pemerintah, puskesmas, rumahsakit, mal, sekolah
dsb) ternyata di semua tempat yang di survey ditemukan orang yang
merokok secara bebas tanpa ada teguran dari petugas di tempat
tersebut. Di sejumlah tempat disediakan ruang merokok tetapi tetap
membiarkan orang merokok di tempat umum

terus nulis lagi yang terjadi di tahun ini:

Bulan Oktober 2008, mahasiswa FKMUI kembali melakukan survey ke
tempat-tempat umum yang sebelumnya pernah di survey dan juga
memperluas kegiatan di tempat-tempat lain sehingga seluruhnya ada 60
tempat yang di survey. Ternyata di semua tempat inipun ditemukan orang
bebas merokok tanpa teguran.

padahal udah ada aksi di tahun 2007 dan di tahun 2008, tanggal 17 November besok akan aksi lagi mahasiswa rumpun kesehatan se-jakarta.

dasar rokok, di amerika aja udah nggak dapet tempat. tapi di negara kita malah sebegitu bebas. bebas promosi (liat aja bilboard iklan, semuannya iklan rokok) bebas menjual (siapa aja bisa beli). Perusahaan rokok itu menutupi produk berbahayanya dengan beasiswa, kepedulian lingkungan, musik dan olah raga.

dan tau gak, kalau ternyata banyak penghisap rokok itu kalangan menengah kebawah yang sulit membiayai hidupnya. Untuk beli makan anak susah tapi untuk beli rokok bisa ??? aneh gak.

jadi kesimpulannya jangan mau di jajah sama rokok. jangan merokok. dan kalo berani tegur orang yang merokok sembarangan. OK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: